Minggu, 30 Agustus 2015

cerita motivasi untuk para remaja massa kini

Hello Guys !!!
pos perdananya ni, berhubung aku suka buat cerpen. jadi buat pos pertama ini aku mau kasih cerita karya sendiri pastinya, silahkan membaca dan semoga termotivasi okay ??
cekidot      . . .
Liburku, seumur hidupku
Munculnya mentari timur dengan iringan suara suara burung yang bersautan satu sama lain mengawali hariku.
"nek,kek. aku pergi sekolah ya ?
"iya nak, yang rajin yang pinter, jangan nakal"
"iya nek"
setiap aku pergi ke sekolah, jalan kaki sudah menjadi rutinitasku. langkahku ini takkan sia-sia. itulah tekad dalam hati yang sampai saat ini menguatkanku sampai aku duduk dikelas 5 SD. kalau kuhitung mungkin aku telah berjalan ribuan langkah untuk sampai disini. ini semua terjadi berkat semangat nenek dan kakekku yang disertai dengan doa-doanya di sepertiga malam ketika aku tertidur lelap. setiap kali aku akn tidur nenek selalu menceritakan dongeng-dongeng kesukaanku, entah itu tentang ibuku, ayahku, saudara-saudaraku dan yang lainnya.
sering kali aku berpikir kenapa harus ada istilah surga itu ada dibawah telapak kaki ibu , mungkinkah semua itu ku ganti, karena untukkusemoga itu ada dibawah telapak seorang nenek
 ''Nah, aku ini nenekmu , disana masih ada ibumu walaupun keberadaanya entah dimana . aku ini hanya seorang nenek untukmu '' ucap nenek kata kata itu selalu terlontar dari mulutnya untuk senantiasa mengingatkan ku selalu berkata,ibu kau dimana?apakah kau tidak merindukan anak mu yang  beranjak dewasa ini ? apakah kau membenciku ? jika iya, lalu apa salahku ? kini nenek sudah terlalu renta, untuk mengharapkanmu kembali. aku ingin mengetahui wajah ibu, yang selalu nenek ceritakan. untuk bisa melihatmu adalah sebuah harapan besar untukku.
waktu itu terasa berlalu begitu cepat, sehingga aku lupa sekarang aku sudah menginjak usia 12 tahun dan sudah duduk di kelas 6 SD. aku telah menjadi seorang remaja tampan yang selalu menggoda para gadis. tapi disamping itu, kakak perempuanku sekarang telah bekerja bersama paman untuk menghidupi keluargaku.
sebentar lagi aku akan keluar SD, dimana memulai kehidupan baru di SMP. tapi SMP itu hanya mereka, ya mereka, tidak untuku. orang yang selama ini menjadi penyemangatku, ia sebentar lagi pergi karena penyakit yang tak kunjung sembuh kurasa,.
suata hari ketika pulang sekolah, nenek berkata kepadaku.
"nak, kau harus belajar mandir. ketika nenek telah tiada nanti kau jangan sedih, nenek akan selalu memberi semangat walaupun dari alam yang berbeda." ucap nenek sambil terbata-bata kesakitan.
"nenek jangan bicara seperti itu, aku yakin masih ada jalan sembuh untuk nenek".
"nenek sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit ini".
"lalu, akan dengan siapa kalau nenek pergi."
"kamu jangn takut nak, didunia ini masih banyak orang yang menyayangimu, raih cita-citamu supaya nenek bangga. pendidiknmu itu bukan penghalang untuk membuatmu sukses, kamu harus yakin itu".
malampun tiba, keadaan nenek semakin memburuk. aku dan paman pergi memanggil seorang ustad dikampungku. tidak lama kemudian nenek menghembuskan nafas terakhirnya. waktu itu aku hanya bisa menangis, melihat penyemangatku terbujur kaku dan takkan pernah lagi menceritakan dongeng setiap kali aku akan tidur untuk selamanya.
waktu perpisahan tinggal  menunggu esok,dimana semua orang membicarakan libur dan SMP. Ketika aku berada ditempat pengajian semua orangpun tidak membicarakan yang lain.
“Andre, aku libur mulai besok lho” ucap Rio
“eank dong, aku masih nunggu satu minggu buat libur “ ucap Dian
“Riko, kamu diam aja. Kamu kapan mulai libur ?” Tanya Andre kepadaku
“Dre, lusa nanti aku mulai libur”. Jawabku
“sampai kapan ?. aku satu bulan full lho” sahut Andre
“seumur hidupku Dre, keren kan “ jawabku
Semua orang terdiam mendengar aku menjawab pertanyaan Andre. Beberapa menit kemudian mereka berkata kepadaku.
“Riko, jalanmu masih panjang. Duniamu masih luas untuk kau jelajah. Kau bias memulai lebih awal dari kami, kau bisa cepat menggapai kesuksesan, kau harus ingat itu”
“aku tahu, dan aku yakin yang diucapkan Alm. Nenek padaku. Pendidikan bukan penghalang untuk kesuksesanku”. Jawabku.
                                                                                                                #LenRa Yoshi :)

bye bye bye see you later :) :)